Alasan Banyak Beredarnya Informasi yang Salah di Media Sosial Terkait Serangan di Bondi

A woman's silhouette as she texts on a phone while standing in front of a big image of an X.

X memberikan bayaran kepada para penggunanya sesuai dengan interaksi yang dihasilkan. (Reuters: Dado Ruvic/Illustration)

Rangkuman:

Pakar disinformasi di Australia, Timothy Graham, mengatakan adanya kesempatan untuk monetisasi konten di X memberikan insentif bagi pengguna untuk menyebarkan informasi yang salah.

X dan platform media sosial lainnya dibanjiri klaim palsu dan menyesatkan setelah serangan di Pantai Bondi.

Apa selanjutnya?

Dr. Graham mengatakan solusi untuk disinformasi di media sosial itu kompleks, tetapi bisa diawali dengan mengatasi masalah pemberian insentif dan memberikan lebih banyak transparansi.